Sehabis Ibadah, Kenapa Istighfar ?

 


Sehabis Ibadah, Kenapa Istighfar?


Sobat takwa dimanapun berada baarokAllahu fiikum. Banyak dari teman-teman yang mungkin penasaran apa hikmah, atau pelajaran tentang istighfar setelah beramal shalih

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menuturkan :

يتوب المرء مما يَعُدُّهُ حسناتٍ له وهو مُقصِّرٌ في فعله، أو خائفٌ من تقصيره في فعله

“Demikian pula seseorang bertaubat dari amalan-amalan yang ia anggap sebagai kebaikan baginya, padahal ia masih merasa kurang dalam pelaksanaannya, atau merasa takut terhadap kekurangannya dalam melakukannya.” (Risalah Fit Taubah hal.49)

Jadi alasan atau hikmah dibalik taubat & istighfar setelah beramal shalih adalah جبر التقصير menambal kekurangan. Juga agar seorang hamba tidak ujub dengan amal shalih yang dia kerjakan. Karena sejatinya dia bisa beramal shalih pun karena taufiq dari Allah Azza Wa Jalla

Allah Ta’aala berfirman setelah menyebutkan nikmat kesempurnaan Agama Islam, dan orang-orang yang berbondong-bondong masuk Islam, Allah perintahkan Nabi-Nya

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

“…maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An-Nashr: 3)

Setelah shalat

فقد ثبت في صحيح مسلم: (( أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثاً )) صحيح مسلم (591).

“Sungguh telah sah (diriwayatkan) dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah ﷺ apabila selesai dari shalatnya, beliau beristighfar sebanyak tiga kali.”

Setelah ibadah haji

وقال تعالى في آيات الحجِّ: { ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (199) }

سورة البقرة، الآية: 199.

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 199)

Setelah selesai shalat malam

وورد ختم صلاة الليل بالاستغفار، قال الله تعالى:{ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ}، وقال تعالى { وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ

يَسْتَغْفِرُونَ } سورة الذاريات، الآية: 18. Nabi ﷺ , menutup shalat malam beliau dengan istighfar

Allah Ta’aala berfirman:

“Dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali-Imran: 17), juga dalam firman-Nya

“Dan selalu memohon ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.“ (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Setelah wudhu

Disyariatkan juga bagi yang berwudhu agar menutup wudhunya dengan taubat, karena sebaik-baik penutup amal adalah taubat dan juga istighfar

، فعن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (( مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ

قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ)) رواه الترمذي (50).

“Barangsiapa berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan:

‘Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci,’

maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga; ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”

Setelah menuntut ilmu, dan bermajelis

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Abu Barzah Al-Aslami berkata:

(( كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول بأخرة إذا أراد أن يقوم من المجلس: سبحانك اللهمَّ وبحمدك، أشهد أن لا إله إلاَّ أنت، أستغفرك وأتوب إليك ))

“Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan di akhir (majelis), ketika beliau hendak berdiri dari suatu majelis:

‘Mahasuci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”


Semoga Allah berikan istiqamah dalam beribadah