Bahaya Penyakit Hasad
Sobat Takwa, yang semoga Allah limpahkan keberkahan pada diri anda, dimanapun berada.
Pernah mendengar ungkapan ini?
وَيُقَالُ: الْحَسَدُ أَوَّلُ ذَنْبٍ عُصِيَ اللَّهُ بِهِ فِي السَّمَاءِ، وَأَوَّلُ ذَنْبٍ عُصِيَ بِهِ فِي الْأَرْضِ، فَأَمَّا فِي السَّمَاءِ فَحَسَدُ إِبْلِيسَ لِآدَمَ، وَأَمَّا فِي الْأَرْضِ فَحَسَدُ قَابِيلَ لِهَابِيلَ.
“Dikatakan bahwa hasad (dengki) adalah dosa pertama yang digunakan untuk bermaksiat kepada Allah, baik di langit maupun di bumi. Adapun di langit, maka (ia adalah) kedengkian Iblis terhadap Adam. Dan adapun di bumi, maka (ia adalah) kedengkian Qabil terhadap Habil.” (Al-Jami’ Li Ahkaamil Qur’aan 5/251)
Jelas sekali ini menegaskan akan bahayanya sifat hasad ini, dan dampaknya yang merusak di langit maupun di bumi. Dan menunjukkan jahatnya pelaku hasad tersebut.
Kenapa Orang Yang Hasad itu Jahat?
1. Orang hasad tidak sekadar tidak suka, tapi keberatan melihat nikmat Allah pada orang lain.
Hakikatnya ia berkata (meski tidak lisan):
“Mengapa bukan aku?”
Padahal Allah berfirman:
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? (QS. Az-Zukhruf: 32)
Allah Ta’aala berfirman:
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ
Ataukah mereka (Yahudi) dengki kepada manusia (Arab) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? (Kenabian Nabi Muhammad) (QS. An-Nisaa: 54)
Allah Ta’aala berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allâh kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain… (QS An-Nisaa: 32)
Manshur Al-Faqiih menuturkan:
أَلَا قُلْ لِمَنْ ظَلَّ لِي حَاسِدًا … أَتَدْرِي عَلَى مَنْ أَسَأْتَ الْأَدَبْ أَسَأْتَ عَلَى اللَّهِ فِي حُكْمِهِ … إِذَا أَنْتَ لَمْ تَرْضَ لِي مَا وَهَبْ
“Katakan kepada orang yang senantiasa hasad itu … Apakah kamu sadar kepada siapa kamu tidak beradab?” kamu tidak beradab kepada Allah atas hikmah-Nya … jika kamu tidak ridha kepada-Ku (Allah) dari yang Allah beri”
2. Hasad Melahirkan Keinginan Hilangnya Nikmat Orang Lain
قال الراغب: الحسد تمني زوال نعمة من مستحق لها، وربما كان مع ذلك سعي في إزالتها
“Ar-Rāghib berkata: Hasad adalah mengharapkan hilangnya suatu nikmat dari orang yang memang berhak atas nikmat tersebut; dan terkadang disertai dengan usaha untuk menghilangkannya.” (Mufrodaat Alfaadzul Qur’an hal.116)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan agar kita tidak saling hasad
لا تحاسَدُوا
“Janganlah saling hasad diantara kalian…” (HR. Muslim (no. 2564)
ومن آدابها: أن لا يحسد إخوانه على ما يرى عليهم من آثار نعم الله، بل يفرح بذلك، ويحمد الله على ما يرى من النعمة عليهم، كما يحمده بنعمته على نفسه
Termasuk adab pertemanan: seseorang tidak dengki kepada saudara-saudaranya atas apa yang Allah perlihatkan pada mereka berupa bekas-bekas nikmat Allah. Bahkan ia bergembira dengan hal itu dan memuji Allah atas apa yang ia lihat dari nikmat tersebut pada mereka, sebagaimana ia memuji-Nya atas nikmat yang Allah karuniakan pada dirinya sendiri.
3. Hasad Menghalalkan Kezaliman
Karena benci:
- mudah berdusta
- memfitnah
- menjatuhkan
- menutup kebenaran
Maka hasad bukan dosa pasif, tapi aktif merusak.
Oleh karenanya, Allah perintahkan kita berlindung dari hasad dan orang yang hasad ini
Allah Ta’aala berfirman:
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki". (QS. Al-Falaq: 5)
Diantara upayanya setelah berlindung kepada Allah
1. Tidak menceritakan nikmat kesemua orang, karena diantara mereka ada yang hasad
Allah Ta’aala berfirman tentang ucapan Nabi Ya’qub kepada Yusuf tentang mimpinya
قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا
“Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu...” (QS. Yusuf: 5)
2. Ini yang paling berat, padamkan api orang yang hasad dengan berbuat baik kepadanya.
Tetap berbuat baik kepada semuanya, karena kita bermuamalah karena Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وكونوا عباد الله إخوانًا
“Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari, Muslim)
3. Bersabar dan bertakwa
Allah Ta’aala berfirman:
وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.” (QS Ali Imran: 120)
Semoga Allah jauhkan kita dari sifat dengki dan dari keburukan orang yang dengki
.png)