Hukum Memasang Kawat Gigi/Behl



Pertanyaan:

Apa hukum memasang behl gigi?


Jawaban:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Hukumnya boleh, bahkan dianjurkan untuk merapikan gigi yang bermasalah, atau tatkala sakit dan sebagainya. Dan bukan merupakan tindakan merubah ciptaan Allah Ta’aala

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ طَرَفَةَ أَنَّ جَدَّهُ عَرْفَجَةَ بْنَ أَسْعَدَ قُطِعَ أَنْفُهُ يَوْمَ الْكُلاَبِ فَاتَّخَذَ أَنْفًا مِنْ وَرِقٍ فَأَنْتَنَ عَلَيْهِ فَأَمَرَهُ النَّبِىُّ –صلى الله عليه وسلم– فَاتَّخَذَ أَنْفًا مِنْ ذَهَبٍ.

Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin Tharfah bahwasanya kakeknya yang bernama ‘Arjafah bin As’ad radhiallahu ‘anhu terpotong hidungnya ketika perang Al-Kulab. Kemudian beliau membuat hidung buatan dari perak, ternyata hidungnya membusuk. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam, menyuruhnya untuk memakai hidung buatan dari emas. (HR Abu Dawud no. 4232. Syaikh Al-Albani menghasankan hadits ini).

والله أعلم